Ads 468x60px

Labels

Sunday, December 20, 2015



Soto Penarik Hati

Matahari sudah mulai menengok ke bawah bersiap untuk turun. Aku dan teman-temanku masih mengatur nafas sesusai bermain futsal bersama. Sebelum adzan maghrib menggema, kami bergegas untuk pergi ke rumahku. Mereka harus mengambil tugas sekolah mereka yang ada di rumahku. Kendaraan roda dua yang kami naiki nampaknya sudah masuk ke lingkungan rumahku, dan tercium aroma kaldu ayam yang nampaknya mengganggu perut kami. Gangguan ini membuat perut rombongan tim futsal yang penuh lelah ini menjadi lapar. Aku pun memberi salam dan masuk ke rumah. Ternyata mama sedang menyiapkan soto ayam kesukaanku. Hampir kusambar sepotong paha ayam di meja, mama langsung berbisik kepadaku.

“Makannya sendirian aja?” bisik mama

Dan aku teringat teman-temanku yang berada diluar. Aku pun langsung mengambil tugas mereka dan kubawa keluar. Tiba-tiba Riski yang merupakan salah satu dari temanku berteriak kepadaku.

”Dimas, sotonya gak dibawa keluar juga?” teriaknya

Kami pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Riski, dan mama pun membawa soto ayam, beberapa potong ayam, beserta nasi putih yang masih hangat ke pos di depan rumahku.

“Mari makan sama-sama” ucap mama

Teman-teman pun langsung menyambut ria undangan makan bersama dari mama. Aku pun tak mau kalah dan tak mau kehabisan. Kami semua makan bersama sambil bersenda gurau penuh tawa.

Makanan habis dan perut semuanya sudah terisi. Teman-temanku pun beranjak pulang ke rumah masing-masing sambil mengucapkan terima kasih kepadaku dan mama. Aku pun melangkah masuk ke dalam rumah sampai ke bagian dapur. Aku sedikit bingung dan bertanya kepada mama.

“Mah, sotonya tinggal semangkuk ini?” tanyaku heran
“Iya dim. Kan tadi teman-temanmu makannya banyak.” jawab mama.


Aku pun tersedih karena masakan mama kesukaanku hanya tersisa semangkuk kecil saja. Tapi mama berjanji akan memasak soto lagi di hari lusa. Cinta dari mama memang sangat terasa di soto buatannya. Aku sayang soto buatan mama dan cinta sama pembuatnya. I Love You Mom.

(Dimas wicaksono, cilangkap rt 05 rw 12 no 7 tapos depok, 089695062304, @DimasDeLoBase)

Monday, September 7, 2015



Politik di Jawa Barat


Sob, di Jawa Barat perkembangan politiknya gak kalah lho.. baik dari pemikiran sampai ke instansi dan pemerintahannya.
Dinamika perkembangan elit politik di Jawa Barat menarik untuk diteliti. Ketertarikan tersebut karena terjadi pluktuasi atau pasang surut elit-elit politik Jawa Barat dilihat dari komunitas/kelompok kelompok elit. Pluktuasi tersebut dapat dilihat mulai masa kerajaan Sunda sampai pada pasca kemerdekaan Republik Indonesia, yang dapat berujung pada kegamangan elit-elit lokal. Selain itu, berdampak pada ketidakadaan kelompok elit dominan yang memiliki otoritas tradisional. Hal tersebut sangat berbeda dengan entitas Jawa padahal Jawa Barat adalah bagian dari kepulauan Jawa. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta masih kuat dominasi otoritas tradisional pada kerajaan Yogya dan Keraton Surakarta, sedangkan di Jawa Timur terjadi peralihan dominasi dari otoritas monarki ke otoritas kiai (kaum Nahdiyin). Yang secara rangkaian historis memiliki keterkaitan dengan wali songo. Sedangkan Wali Songo memiliki runtutan sejarah dengan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa.

1. Masa Kerajaan Sunda sampai Era Kolonialisme

Perkembangan lingkaran kekuasaan di Tatar Sunda dimulai sejak Kerajaan Tarumanegara, Selama beberapa abad pusat kerajaan berpindah-pindah, dimulai dari Kerajaan Galuh (Ciamis sekarang), kemudian pindah ke Pakuan Pajajaran (daerah Bogor sekarang),. Setelah Kerajaan Sunda runtuh, wilayah kekuasaannya yang hampir meliputi seluruh Provinsi Jawa Barat sekarang ditambah sebagian Jawa Tengah, terbagi-bagi ke dalam empat pusat kekuasaan yaitu Banten, Cirebon, Sumedanglarang, dan Galuh yang setelah kepindahan pusat kerajaan ke Pakuan Pajajaran masih tetap eksis sebagai kerajaan kecil. Sekitar tahun 1620 Sumedanglarang menyerah kepada Mataram. Kekuasaan Mataram atas Priangan berakhir dengan adanya perjanjian antara Mataram dengan VOC. Dari kekuasaan VOC berpindah pada kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda.

2.     2.  Masa Masuknya Islam

Islam masuk ke Jawa Barat sekitar abad 14, Tokoh Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati (SGJ) sejauh ini dianggap sebagai tokoh penyebar agama Islam di tanah Sunda dan penegak kekuasaan Islam pertama di Cirebon. Di daerah pedalaman Sunda Islamisasi dilakukan oleh kerajaan Sumedanglarang di mana pada tahun 1530 Masehi Sumedanglarang ditaklukan kerajaan Cirebon. Raja Sumedanglarang yang menganut agama Islam adalah Ki Gedeng Sumedang atau dikenal dengan nama Pangeran Santri yang berkedudukan sebagai bawahan Cirebon.

Dengan demikian peyebaran Islam di Jawa Barat dari arah utara oleh kerajaan Cirebon sebagai titik awal masuknya Islam ke tatar Sunda kemudian dari arah selatan oleh kerajaan Banten yaitu oleh Sultan Hasanuddin yang merupakan putra dari Sunan Gunung Jati Cirebon sedangkan untuk daerah pedalaman yang meliputi daerah priangan melalui kerajaan Sumedanglarang sebagai bawahan kerajaan Cirebon.

3.      3. Upaya Mengembalikan Otoritas Tradisional
a. Berdirinya Negara Pasundan
Negara Pasundan pernah di proklamasikan oleh seorang menak Sunda yakni Raden Aria Muhammad Musa Suria Kartalegawa pada tanggal 4 Mei 1947. Ia adalah mantan Bupati Garut (1929-1944). Ia sebagai orang Sunda asli merasa memiliki hak tradisional untuk memimpin Jawa Barat. Akan tetapi untuk daerah Jawa Barat yang merupakan wilayah Republik Indonesia ternyata oleh pemerintah pusat diangkat seorang gubernur yang bukan orang Sunda

4.      4. DI/TII di Jawa Barat

5.     5.  Perputan Elit Pasca Kemerdekaan

Pasca kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, sirkulasi elit semakin dinamis, tidak ketinggalan di Jawa Barat sebagai bagian dari NKRI. Kedinamisan tersebut disebabkan seleksi elit dilakukan melalui sistem demokrasi yang antara lain melalui pemilu. Pemilu pertama tahun 1955 diikuti oleh Parpol dan Perorangan, peraih suara terbanyak di Jawa Barat adalah Masyumi yang berhasil mengumpulkan 26,5 %, disusul oleh PNI dengan persentase 22,1 %, PKI (10, 9 %), NU (9,7 %), serta PSII dan Perti (masing-masing 5,7 %).
Pemilu kedua tahun 1971 merupakan Pemilu pertama di Era Orde Baru, diikuti 10 partai. Hasil Pemilu di Jawa Barat, Sekber Golkar mengumpulkan 7.625. 797 (76,12%), NU meraih 1.310.679 (13,08%), Parmusi 399.730 (3,99%), PSII 304.989 (3,04%) dan PNI meraih 172.551 (1,72%), sedangkan 5 partai lainnya, yaitu Perti, Perkindo, Partai Katholik, Murba, dan IPKI hanya mampu meraih suara masing-masing 55.315, 12.013, 40.679, 10.042 dan 69.913 suara, yang jika dijumlahkan suara yang diraih kelima partai itu dipersentasikan hanya 2,05%.

Pemilu selanjutnya di era Orde Baru mulai pemilu 1977 sampai pemilu 1997 hanya diikuti tiga partai yakni Golkar, PPP dan PDI. Adapun hasil Pemilu 1977, Golkar memperoleh 66,27%, PPP 28,54% dan PDI 5,19%. Pada Pemilu 1982 Golkar memperoleh 63,34%, PPP 27,16% dan PDI meraih 9,5%. Sedangkan Pemilu 1987 Golkar memperoleh 71,3%, PDI 14,9% dan PPP 13,8%. Pada pemilu 1992, Golkar Jawa Barat meraih 70,49%, PDI 14,58%.

Pemilu 1997 merupakan pemilu yang berkaitan dengan awal dari krisis ekonomi. Di Jawa Barat Golkar masih menjadi partai peraih suara mayoritas untuk tingkat nasional (DPR RI) Golkar mendapatkan 16.709.824 suara, disusul PPP yang mendapatkan suara 6.003.471 dan ketiga ditempati PDI yang meraih suara 387.938 suara. Adapun di tingkat provinsi (DPRD) Jawa Barat Golkar meraih 16.518.351 suara, PPP meraih 5.991.973 suara dan PDI meraih suara terendah yaitu 383.043 suara.

Pemilu di Jawa Barat pada tahun 2004 diikuti 24 partai politik sebagaimana di provinsi lain. Sedangkan peserta pemilu perseorangan diikuti oleh 42 orang untuk memilih anggota DPD. Pemilihan anggota DPD dimenangkan oleh Ginandjar Kartasasmita pada urutan pertama disusul Pangeran Arief Natadiningrat pada urutan kedua. Ketiga adalah Mohammad Surya dan keempat Sofyan Yahya. Pada pemilu 2004 terjadi perubahan suhu politik dengan kembalinya kemenangan bagi partai Golkar yang memperoleh 27,90%, PDIP 17,58%, PKS 11,63%, PPP 10,56%, Partai Demokrat 7,78%, PKB 5,22%, PAN 5,14%, PBB 2,96%, PKPB 2,09%, PBR 1,88%, PDS 1,17%. Sedangkan partai yang lainnya memperoleh suara di bawah I%.
Pergeseran elit politik pasca kemerdekaan di Jawa Barat semakin terbuka, karena proses pembentukan elit dilakukan secara demokratis, yakni melalui pemilu. Pemilu membuka ruang bagi seluruh komponen masyarakat untuk maju menjadi elit baru, dengan terlebih dahulu aktif di partai politik. Partai politik sebagai peserta pemilu dengan sistem multi partai memungkinkan terjadi rekruitmen elit politik secara besar-besaran. Di samping itu, untuk meraih dukungan dari seluruh eleman masyarakat, maka partai politik merekruit dari berbagai profesi, dan lapisan masyrakat, mulai dari petani, buruh, intelektual, militer dll. Pada masa inilah pergeseran elit menuju kepada kualitas dan kapabilitas elit. Hal tersebut merupakan bagian dari sebuah perkembangan elit.

Dan Gubernur di Jawa Barat saat ini adalah Bapak Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc. (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 19 Juni 1966; umur 49 tahun) atau memiliki sapaan Aher adalah seorang politisi Indonesia.

 

Makna bentuk dan motif yang terdapat dalam lambang ini ialah :
  1. Bentuk bulat telur pada lambang Jawa Barat berasal dari bentuk perisai sebagai penjagaan diri.
  2. Ditengah-tengah terlihat ada sebilah kujang. Kujang ini adalah senjata suku bangsa Sunda yang merupakan penduduk asli Jawa Barat. Lima lubang pada kujang melambangkan dasar negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila.
  3. Padi satu tangkai yang terdapat di sisi sebelah kiri melambangkan bahan makanan pokok masyarakat Jawa Barat sekaligus juga melambangkan kesuburan pangan, dan jumlah padi 17 menggambarkan tanggal Proklamasi Republik Indonesia.
  4. Kapas satu tangkai yang berada di sebelah kanan melambangkan kesuburan sandang, dan 8 kuntum bunga menggambarkan bulan proklamasi Republik Indonesia.
  5. Gunung yang terdapat di bawah padi dan kapas melambangkan bahwa daerah Jawa Barat terdiri atas daerah pegunungan.
  6. Sungai dan terusan yang terdapat di bawah gunung sebelah kiri melambangkan di Jawa Barat banyak terdapat sungai dan saluran air yang sangat berguna untuk pertanian.
  7. Petak-petak yang terdapat di bawah gunung sebelah kanan melambangkan banyaknya pesawahan dan perkebunan. Masyarakat Jawa Barat umumnya hidup mengandalkan kesuburan tanahnya yang diolah menjadi lahan pertanian.
  8. Dam atau bendungan yang terdapat di tengah-tengah bagian bawah antara gambar sungai dan petak, melambangkan kegiatan di bidang irigasi yang merupakan salah satu perhatian pokok mengingat Jawa Barat merupakan daerah agraris. Hal ini juga melambangkan dam-dam yang berada di Jawa Barat seperti Waduk Jatiluhur.

Arti warna
 
Pada lambang Jawa Barat didapati beberapa warna yaitu: hijau, kuning, hitam, biru, merah dan putih. Warna-warna ini memiliki arti khusus.
Warna hijau artinya melambangkan kesuburan dan kemakmuran tanah Jawa Barat. Kuning artinya melambangkan keagungan, kemuliaan dan kekayaan. Hitam artinya melambangkan keteguhan dan keabadian. Biru artinya melambangkan ketentraman atau kedamaian. Merah artinya melambangkan keberanian. Putih artinya melambangkan kemurnian, kesucian atau kejujuran.
Motto Jawa Barat
Motto Jawa Barat 
 
Gemah Ripah Repeh Rapih, yang merupakan sebuah frasa berasal dari bahasa Sunda. Kata gemah-ripah dan repeh-rapih merupakan kata majemuk yang mempunyai arti sebagai berikut :
Gemah-ripah : subur makmur, cukup sandang dan pangan.
Repeh-rapih : rukun dan damai atau aman sentosa.
Arti bebas dari motto daerah Jawa Barat secara keseluruhan ialah menyatakan bahwa Jawa Barat merupakan daerah yang kaya raya dan subur makmur serta didiami oleh banyak penduduk yang hidup rukun dan damai


Pendidikan dan Kepemimpinan di Jawa Barat
 
Sob, pendidikan tinggi itu akan menghasilkan jatidiri dan kepribadian sebagai seorang pemimpin.. nah di Jawa Barat terdapat banyak Perguruan Tinggi dan sifat kepemimpinan pada dasarnya yang dihasilkan juga bermacam..


Perguruan Tinggi Negeri

Universitas Indonesia (UI), Kota Depok.
Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN Bandung), Bandung
Universitas Padjadjaran (Unpad), dengan lokasi kampus di,Bandung dan Sumedang.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), d/h IKIP Bandung, Bandung.
Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor.
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS Bandung), Bandung.
Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung (STSI Bandung), d/h ASTI Bandung, Bandung.
Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), d/h Politeknik ITB Bandung,Bandung.
Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN), d/h Politeknik Mekanik Swis-ITB Bandung, Bandung.
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati, Cirebon
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang

Sistem Kepemimpinan
Sistem kepemimpinan dalam masyarakat Sunda dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu
(a) kepemimpinan kenegaraan dan
(b) kepemimpinan keagamaan
Kepemimpinan kenegaraan ialah kepemimpinan yang terbentuk berdasarkan tugas, kewajiban dan wewenang mengelola negara atau kelompok masyarakat tertentu. Dalam masyarakat Sunda kepemimpinan kenegaraan paling atas pernah dipegang oleh raja pada masa pengaruh kebudayaan Hindu (abad ke-5 sampai dengan abad ke-16), sultan pada masa pengaruh Islam (abad ke-15 sampai awal abad ke-19) dan bupati (sejak abad ke-17 di Priangan dan abad ke-19 di Banten dan Cirebon), sedangkan paling bawah dipegang oleh kepala desa yang juga disebut lurah di priangan, kuwu di Cirebon dan jaro di Banten. Mereka adalah pemimpin di tempatnya masing-masing yang mengatur kehidupan bernegara,bermasyarakat,dan kehidupan duniawiah lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari mereka menonjol sebagai pemimpin dan mempunyai kekuasaan besar.
Dalam melaksanakan tugasnya mereka mempunyai tempat kegiatan sendiri seperti (keraton bagi raja dan sultan, pendopo bagi bupati, bale desa bagi kepala desa), juga pakaian dinas, perlengkapan dinas dan symbol serta sejumlah pembantu.

Kepemimpinan keagamaan ialah kepemimpinan yang terbentuk berdasarkan penguasaan ilmu agama dan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai keagamaan. Dalam masyarakat Sunda kepemimpinan keagamaan dipegang oleh tokoh-tokoh agama seperti ulama/kiai/ajengan bagi pemimpin agama Islam atau pendeta bagi tokoh agama Kristen. mereka umumnya mempunyai pengikut atau murid dan memimpin suatu lembaga pendidikan agama, seperti pondok pesantren pada agama islam.

Pemimpin agama sering diminta nasehat, pendapat, memimpin do’a dalam upacara–upacara yang bersifat kenegaraan dan kemasyarakatan oleh pemimpin negara dan masyarakat pada umumnya.
Seorang pemimpin agama dapat mengembangkan kepemimpinannya menjadi pemimpin negara / masyarakat dapat mengembangkan pribadinya menjadi pemimpin agama juga.

Sebagai contoh Sunan Gunung Jati menjadi pemimpin agama juga kepala negara yang berkedudukan di Cirebon dan sangat berpengaruh di wilayah Jawa Barat pada abad ke 15/16 Masehi (bahkan pengaruhnya hingga sekarang). Itu semua berkat penguasaan yang luas dalam menekuni ilmu agama Islam, mempelopori penyebaran agama dan menegakkan kekuasaan Islam di wilayah Jawa Barat. Sedangkan sultan-sultan Cirebon dan Banten selanjutnya menjadi pemimpin cenderung karena keturunan sunan Gunung Jati 

Model kepemimpinan masa kerajaan Islam tercermin dalam kehidupan di keraton – keraton Cirebon (Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan). Walaupun sudah tidak memiliki kekuasaan lagi, namun bagi kalangan masyarakat tertentu sultan – sultan Cirebon tetap dianggap sebagai pemimpin mereka secara tradisional.
Diantara para pemimpin agama ada juga yang menjadi pembantu tetap pemimpin negara mulai tingkat paling atas hingga tingkat paling bawah. Sebaliknya, pemimpin negara /masyarakat selalu berusaha untuk membantu dan melindungi pemimpin agama. Semua itu dimaksudkan agar tugas dan fungsi masing-masing berjalan lancar dan terus berlanjut.

Kepemimpinan dalam masyarakat Sunda bisa diperoleh melalui upaya kepeloporan dan keunggulan individual (seperti para pendiri dan para pencipta), keturunan (raja, bupati, pemimpin pesantren dan pemimpin kelompok masyarakat tertentu) dan pemilihan (Gubernur, bupati, Kepala desa, Ketua Organisasi dan lain-lain).

Disamping itu calon pemimpin itu sendiri memiki pengetahuan, pengalaman, karakter, kemampuan lahir bathin dan kekayaan. Kelebihan individual tersebut sering ditambah dengan memiliki alat perlengkapan tertentu yang dipercayai mengandung kekuatan gaib/magis, seperti kujang, keris, batu, piagam/besluit, naskah/kitab, mahkota, gamelan dan lain-lain.

Ada beberapa kriteria untuk memandang seseorang menjadi pemimpin ideal menurut orang Sunda di antaranya yaitu ada kemauan dari dirinya sendiri, sehat jasmani dan rohani, memelihara kesempurnaan beragama dan ajaran leluhur, tebal iman, rajim tekun, tawakal, tangkas, pintar, ,memiliki kepandaian, teliti, bersemangat, bijaksana, berani, tulus hati, tidak sombong, suka mengalah, untuk kebaikan, murah senyum, berseri hati, sayang pada yang lebih rendah, adil, sederhana, halus budi bahasanya mantap bicara dan menjunjung tinggi keutamaan.


Perekonomian dan Kekayaan Jawa Barat


Hey sob, perekonomian di Jawa Barat semakin berkembang lho.. kekayaannya pun melimpah..


Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Disamping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.PDRB Jawa Barat pada tahun 2003 mencapai Rp.231.764 milyar (US$ 27.26 Billion) menyumbang 14-15 persen dari total PDB nasional, angka tertinggi bagi sebuah Provinsi. Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk yang besar, PDB per kapita Jawa Barat adalah Rp. 5.476.034 (US$644.24) termasuk minyak dan gas, ini menggambarkan 82,4 persen dan 86,1 persen dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 adalah 4,21 persen termasuk minyak dan gas 4,91 persen termasuk minyak dan gas, lebih baik dari Indonesia secara keseluruhan. (US$1 = Rp. 8.500,-).

Iklim
Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan suhu 9 °C di Puncak Gunung Pangrango dan 34 °C di Pantai Utara, curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun, namun di beberapa daerah pegunungan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.

Topografi
Ciri utama daratan Jawa Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi. Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, wilayah dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.

Manufaktur
Provinsi Jawa Barat memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk manufaktur termasuk diantaranya elektronik, industri kulit, pengolahan makanan, tekstil, furnitur dan industri pesawat. Juga panas bumi, minyak dan gas, serta industri petrokimia menjadi andalan Jawa Barat. Penyumbang terbesar terhadap GRDP Jawa Barat adalah sektor manufaktur (36,72%), hotel, perdagangan dan pertanian (14,45%), totalnya sebesar 51,17%. Terlepas dari adanya krisis, Jawa Barat masih menjadi pusat dari industri tekstil modern dan garmen nasional, berbeda dengan daerah lain yang menjadi pusat dari industri tekstil tradisional. Jawa Barat menymbangkan hampir seperempat dari nilai total hasil produksi Indonesia di sektor non Migas. Ekspor utama tekstil, sekitar 55,45% dari total ekspor jawa Barat, yang lainnya adalah besi baja, alas kaki, furnitur, rotan, elektronika, komponen pesawat dan lainnya.
Pertanian: Lahan dan Perairan

Dikenal sebagai salah satu ‘lumbung padi’ nasional, hampir 23 persen dari total luas 29,3 ribu kilometer persegi dialokasikan untuk produksi beras. Tidak dipungkiri lagi, Jawa Barat merupakan ‘Rumah Produksi’ bagi ekonomi Indonesia, hasil pertanian Provinsi Jawa Barat menyumbangkan 15 persen dari nilai total pertanian Indonesia.Hasil tanaman pangan Jawa Barat meliputi beras, kentang manis, jagung, buah-buahan dan sayuran, disamping itu juga terdapat komoditi seperti teh, kelapa, minyak sawit, karet alam, gula, coklat dan kopi. Perternakannya menghasilkan 120.000 ekor sapi ternak, 34% dari total nasional.
Kelautan dan Perikanan

Jawa Barat berhadapan dengan dua sisi lautan Jawa pada bagian utara dan samudera Hindia di bagian selatan dengan panjang pantai sekitar 1000 km. Berdasarkan letak inilah Provinsi Jawa Barat memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Suatu perencanaan terpadu tengah dilaksanakan untuk pengembangan Pelabuhan Cirebon, baik sebagai pelabuhan Pembantu Tanjung Priok Jakarta, maupun sebagai pelabuhan perikanan Jawa Barat yang dilengkapi dengan industri perikanan.Untuk potensi perairan darat, tidak hanya dari sejumlah sungai yang mengalir di Jawa Barat, Tetapi potensi ini juga diperoleh dari penampungan air / DAM saguling di Cirata dan DAM Jatiluhur yang selain menghasilkan tenaga listrik juga berguna untuk mengairi area pertanian dan industri perikanan air tawar.

Sumber Daya Manusia: Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja
Dengan jumlah penduduk sekitar 37 juta manusia pada tahun 2003, 16 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Pertumbuhan urbanisasi di Provinsi tumbuh sangat cepat, khususnya disekitar JABOTABEK (sekitar Jakarta). Jawa Barat memiliki tenaga pekerja berpendididkan berjumlah 15,7 juta orang pada tahun 2001 atau 18 persen dari total nasional tenaga pekerja berpendidikan. Sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor pelayanan (29%).

Minyak-Mineral dan Geothermal
Minyak dapat ditemukan di sepanjang Laut Jawa, utara Jawa Barat, sementara cadangan geothermal (panas bumi) terdapat di beberapa derah di Jawa Barat. Tambang lain sepert Batu gamping, andesit, marmer, tanah liat merupakan pertambangan mineral yang dapat ditemukan, termasuk mineral lain yang cadangan depositnya sangat potensial, Emas yang dikelola PT. Aneka Tambang, potensinya sebesar 5,5 million ton, dan menghasilkan 12,1 gram emas per ton.
 

Sample text

dreamloved

Sample Text

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info

Sample Text